Hukum Berpuasa Saat Hamil Dan Menyusui

Berikut adalah fatwa langsung dari sahabat Ibnu 'Umar radhiallahu' anhuma tentang ibu hamil dan menyusui.
.
Dikaitkan beberapa fatwa Ibnu 'Umar radhiallahu' anhuma dalam masalah ini, diungkapan,
.
Beliau mengatakan, wanita hamil dan menyusui berbuka dan tidak meng-qadha.
[HR. ad-Daruquthni 1/207 dan disahihkan olehnya]
.
Seorang wanita hamil bertanya kepada Ibnu 'Umar radhiallahu' anhu dan dijawab,
.
“Berbukalah dan berilah makan satu orang miskin sebagai ganti setiap hari dan jangan kamu mengqadha.”
[HR. ad-Daruquthni dalam Sunan-nya, 2/207, dan Ibnu Hazm dalam al-Muhalla, 6/263. asy-Syaikh al-Albani mengatakan sanadnya bagus, dalam Irwa’ul Ghalil 4/20]
.
Nafi ’bercerita bahwa anak perempuan Ibnu" Umar adalah istri orang Quraisy dan dia hamil, ia haus di bulan Ramadhan. Maka beliau perintahkan untuk berbuka dan mengganti dari hari (yang ditinggalkan) dengan memberi makan seorang miskin.
[HR. ad-Daruquthni dalam as-Sunan, 2/207 no.14. Asy-Syaikh al-Albani mengatakan sanadnya sahih, Irwa’ul Ghalil, 4/20]
.
Abdullah bin 'Umar radhiallahu' anhuma ditanya tentang wanita hamil jika khawatir pada jawaban, “Hendaknya berbuka dan memberi makan untuk setiap orang satu orang miskin satu lumpur (sekitar 7,5 ons) dari gandum.”
[HR. asy-Syafi'i, al-Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra [4/230] dari Malik dan Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf [4/218 tidak. 7561] dan Ayyub, keduanya dari Nafi ’dari Ibnu‘ Umar radhiallahu ‘anhu). Dalam lafadz Ayyub, "Jika khawatir atas dirinya." (Shifat Shaum an-Nabi, hlm. 84).
.
Jadi berdasarkan fatwa Ibnu umar radhiyallahu 'anhuma, kewajiban mereka hanya membayar fidyah, tidak mengqadha.
.
Wallahu a'lam.

No comments:

Post a Comment